TEMBOKBOMBER X MIXMAX
MIX MAX GRAFFITI EDITION
Beragam seni hadir di tengah masyarakat, ada yang diterima, ada pula
yang dipertentangkan. Demikian halnya dengan Graffiti, seni kontemporer yang terkadang dianggap
sebagai kegiatan vandalism/ perusak tatanan kota. Padahal, graffiti merupakan deskripsi seni dari
masing- masing pribadi si pembuatnya yang biasa disebut bomber. Di luar negeri sendiri, graffiti
sedang banyak diminati dan diapresiasi pemerintahnya sebagai investasi budaya ekspresi kawula
muda. Bagaimana di Indonesia? Untuk mengenal graffiti lebih dalam, MixMax, menghadirkan Tembok
Bomber, komunitas graffiti Indonesia dalam acara Mixmax Graffiti Day.
Ketika Anda melewati jalanan khususnya di Jakarta, mata Anda akan disuguhi dengan goresan- goresan
nan unik yang tersaji di barisan tembok ibukota. Ya, itulah graffiti. Siapa pembuatnya, tak banyak
yang tahu. Yang pasti mereka adalah pribadi yang memiliki freedom feeling dan kreativitas dalam
berkarya. Sebut saja salah satunya adalah Tembok Bomber, Komunitas Graffiti dan Street Art pertama
di Indonesia. Di tengah pro kontra mengenai graffiti, Tembok Bomber terus menunjukkan prestasinya
hingga ke taraf internasional dan menunjukkan bahwa graffiti layak untuk dimasukan ke dalam barisan
seni, terutama yang diusung kaum urban. “Graffiti tidak sama dengan seni lukis yang memiliki genre
atau aliran- aliran yang memang sudah memiliki konsep tersendiri. Graffiti mengutamakan kebebasan
dalam berekspresi. Hasil graffiti satu bomber dengan bomber lainnya pasti berbeda dan mencerminkan
style pribadi lepas pribadi,” jelas Darbotz, perwakilan Tembok Bomber.
Graffiti, sesungguhnya bukan hanya sekedar coretan pada dinding namun seni yang memadukan
komposisi warna, garis, bentuk dan volume yang melukiskan kata, simbol atau kalimat tertentu. “Ada
negara- negara dimana pemerintahnya telah menetapkan aturan tegas untuk para bomber. Misal
mereka yang ingin mem- bombing harus berusia minimal 21 tahun dan hanya boleh berkarya di tempat-
tempat tertentu yang sudah dilegalkan. Tapi mereka tetap didukung untuk berkarya. Dukungan seperti
itulah yang kami harapkan juga di Indonesia.
Minimnya lahan sebagai media menjadi penghambat para bomber. Oleh karena itu, atas apresiasi yang
begitu tinggi terhadap seni kontemporer ini, MixMax berinisiatif memberikan peluang dan media lain
untuk berkarya dengan meluncurkan MixMax special edition, yaitu MixMax Graffiti Edition.
“Selain merupakan karya bernilai seni tinggi, graffiti juga menggambarkan kepribadian sesungguhnya
dari kaum muda. Kepribadian yang kuat tercermin dalam setiap karya. Dan karakter freedom feeling
yang bertanggungjawab dari mereka sejalan dengan produk MixMax,” jelas Suryanto Podjan, Brand Manager MixMax.
Dalam mekanismenya, MixMax memilih Tembok Bomber yang dianggap dapat merepresentasikan
komunitas pelaku graffiti di Indonesia. “Semua yang tertera di kemasan limited edition ini, murni hasil
karya dari perwakilan Tembok Bomber. Kami tidak memberikan panduan apapun, masing- masing bebas
mengekpresikan jiwa seni mereka,” jelas Suryanto.
Lima orang terpilih untuk berkarya adalah mereka yang kepribadiannya paling sesuai dengan masing-
masing item dari MixMax. Diantaranya adalah Darbotz, Yellow Dino, Koma, Tutu, dan Wormo. Setiap
karya adalah imajinasi masing- masing yang unik dan menggambarkan karakter tiap pribadi. Misalnya
karya Darbotz pada MixMax Blueberry menggambarkan karakter cumi dan monster yang terinspirasi
dari apa yang dilihatnya di kota Jakarta; Yellow Dino pada Mixmax Classic bercerita mengenai karakter
dari dunia imajinatifnya yang dikreasikan dengan warna; Koma pada Mixmax Cocktail menggambarkan
karakter Buto yang biasa digambarkannya di jalan- jalan
“Kami sangat berterima kasih atas apresiasi yang telah diberikan oleh MixMax, ini adalah kolaborasi
pertama brand minuman dengan seniman. Ke depannya, kami berharap akan terbuka kesempatan
lain bagi karya- karya kami,” ujar Tembok Bomber. Hal senada pula menjadi harapan MixMax, agar ke
depannya graffiti semakin diakui sebagai ekspresi positif dari kaum muda Indonesia.
TENTANG MIXMAX
Mix Max adalah minuman alcopops yang dibuat dari campuran hasil destilasi / fermentasi dengan juice
buah, berkarbonasi dan disajikan dalam format minuman siap minum (“ready to drink”). Dengan harga
Rp. 15.000,-/ botol, Mix Max tersedia dalam 5 varian yaitu: Exotic Blue, Blueberry, Cocktail, Cranberry
Grapefruit, dan Classic.
house on fire
remember this post ?
it was a commissioned wall on a house somewhere in cipete, jakarta
this is the full version of the project
click for bigger view
idealist
featured in berlin, germany based publisher
the idealist book issue #1
click here for more info
red army camera
a collaboration with singapore based company, red army camera
get the stock here :
Peek!
36 Armenian Street, #01-04/#02-04
Singapore (179934)
Tel: (+65) 8181 4409 / (+65) 6884 484
12pm – 8pm (Tuesdays – Saturdays)
12pm – 7pm (Sundays)
www.peek-ture.com
L’art du graffiti
Exhibition “The Art of Graffiti: 40 years of Pressurism” that will be held until the August 19th in the Diaghilev Space of the Grimaldi Forum.
The collector Alain-Dominique GALLIZIA who is the source of this exhibition, shared his passion for this free art, this gift art, throughout 500 art works: “By Pressurism, I mean the pressure of the spray can, the pressure of the street, the pressure of the public forces. The graffiti brings colors to the city, it isn’t vandalism but it is an art to itself that is worth being discovered, judged worthwhile and respected.” From the collection “Love” to the collection “Vintage”, these colors and shapes embody the art of dance, more specifically hip-hop. The Graffiti is more than ever a up to date!
click here for more info
electric relaxation
special artwork created for davinci indonesia
natuzzi the art of living exhibition
click image for bigger size


































































Recent Comments